Tilapia adalah makhluk yang hidup di air. Mereka juga dikenal karena rasanya yang enak dan mudah dirawat. Salah satu hal yang menarik tentang tilapia adalah cara mereka berkembang biak. Telur yang diletakkan oleh tilapia betina harus dilindungi dan dijaga suhuannya hingga menetas.
Anda juga memerlukan inkubator jika ingin menetaskan telur tilapia. Mereka akan melakukan ini di ruang yang hangat dan aman, tidak terlalu berbeda dari inkubator — kotak khusus yang menjaga telur pada suhu yang tepat hingga anak-anaknya keluar. Untuk penggunaan rumah, Anda bahkan bisa memiliki skala kecil sendiri Sistem ras tilapia yang bisa Anda buat dari ember plastik dengan pemanas dan air. Anda juga harus meletakkan telur di inkubator dengan hati-hati, dan mengawasinya untuk memastikan bahwa mereka berkembang dengan baik dan aman.
Cara untuk meningkatkan keberhasilan inkubasi telur tilapia adalah dengan menjaga suhu inkubator tetap tepat. Agar menetas dengan baik, telur tilapia harus berada pada suhu antara 80-85 derajat Fahrenheit. Anda dapat menggunakan termometer untuk mengukur suhu dan menyalakan/mematikan pemanas sesuai kebutuhan. Jaga agar air di dalam inkubator tetap bersih dan bebas dari kotoran sebanyak mungkin agar telur tetap sehat.

Menetaskan telur tilapia bisa menjadi tantangan, tetapi dengan beberapa tips, Anda dapat meningkatkan keberhasilan. Salah satu saran penting adalah memastikan telur mendapatkan cukup oksigen. Hal ini dapat dilakukan dengan mencampur air secara ringan di dalam inkubator atau menggunakan batu udara untuk membantu mentransfer oksigen ke dalam air. Selain itu, simpan telur di lingkungan yang tenang dan damai, karena suara keras atau getaran dapat sangat mengganggu sehingga menyebabkan telur tidak menetas.

Namun ilmu pengetahuan tentang Sistem ras untuk pertumbuhan nila adalah sangat keren. Jika telur tilapia tetap berada di bawah suhu atmosfer yang tepat dan kondisi air, embrio mulai berkembang di dalam membran mereka. Saat mereka berkembang, Anda mungkin bisa melihat mata kecil atau bahkan gerakan di dalam telur. Ini menunjukkan bahwa telur-telur ini sehat dan bersiap untuk menetas. Mengetahui bagaimana inkubator telur tilapia bekerja dengan benar akan membantu Anda merawat telur tersebut dan membantu mereka menetas dengan sukses.

Suhu dan kualitas air harus dipantau secara ketat untuk memastikan kondisi optimal di inkubator telur tilapia Anda. Bersihkan inkubator secara teratur, dan hapus telur mati agar tidak membusuk dan merusak telur lainnya. Awasi pemanas dan termometer secara rutin untuk memastikan mereka bekerja dengan baik, terima kasih. Mengikuti tips ini akan meningkatkan peluang Anda untuk menetaskan telur tilapia di inkubator buatan sendiri.
eWater merupakan pemasok utama peralatan akuakultur, dengan spesialisasi dalam sistem akuakultur bersirkulasi (RAS), serta bekerja sama dengan pelanggan untuk menemukan inkubator telur nila yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
eWater memproduksi sebagian besar peralatan RAS. Pada tahun 2018, perusahaan menciptakan filter drum putar generasi ke-3, inkubator telur nila generasi ke-2, dan sistem oksigenasi generasi ke-3. Kami menawarkan garansi 3 tahun dan berkomitmen menyediakan produk berkualitas tertinggi serta dukungan teknis profesional. Sejak tahun 2016, eWater telah bersertifikasi ISO/CE.
eWater terus mengeksplorasi teknologi RAS baru guna mengurangi konsumsi energi serta meningkatkan produktivitas inkubator telur nila. Hingga 20 September 2022, eWater telah berhasil mengirimkan 400 sistem RAS ke berbagai negara di seluruh dunia.
Insinyur inkubator telur nila eWater akan hadir di lokasi proyek guna memfasilitasi pemasangan serta memverifikasi kelayakan instalasi di tempat. Kami merancang proyek RAS dengan gambar teknis detail bagi pelanggan di luar negeri, guna memastikan desain dasar bangunan telah disiapkan sehingga dapat dikembangkan menjadi rencana kerja yang praktis—termasuk jadwal pelaksanaan dan kebutuhan tenaga kerja sebelum pemasangan.
Tim penjualan profesional kami siap memberikan konsultasi untuk Anda.